Temuan Dana Ratusan Juta di Kantor Menag, TGB Tak heran

Temuan Dana Ratusan Juta di Kantor Menag, TGB Tak heran

Indonesian Today’s, Jakarta – Terkait temuan uang sejumlah Rp180 juta dan USD30 ribu di ruang kerja Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama). Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi meminta publik agar tidak berprasangka buruk, terkait temuan uang sejumlah Rp180 juta dan USD30 ribu di ruang kerja Lukman itu.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut mengatakan, temuan ratusan juta dan puluhan dolar tersebut barangkali saja dana operasional menteri (DOM).

“Menteri pun punya dana operasional yang jumlahnya bisa jadi lebih banyak dibanding gubernur. Beliau pun menerima honor untuk pelbagai kegiatan dalam maupun luar kantor. Kalau duit dolar, saya pikir mungkin saja dari dana perjalanan ke luar negeri yang lumayan sering beliau lakukan.” kata TGB kepada Indonesian Today’s.

TGB yang adalah pendukung Paslon no urut 01 ini menilai, segala keperluan menteri sudah ditanggung oleh negara melewati DOM. Oleh sebab itu, dia tidak heran andai ada dana sebesar ratusan juta di laci ruang kerja Menteri Lukman Hakim.

Baca Juga: 6 Guru Honorer Dipecat Karena Berpose 2 Jari

Sebelumnya, KPK membeberkan nominal uang yang disita dari Kantor Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sejumlah dana itu diperkirakan bersangkutan dengan kasus permasalahan jual beli jabatan yang melibatkan mantan Ketum PPP Romahurmuziy.

“Kemarin sudah dilaksanakan penyitaan terhadap dana yang ditemukan di laci meja ruang kerja Lukman Hakim. Uang itu akan diklarifikasi yang jumlahnya dalam rupiah sekitar Rp180 jutaan dan dalam US dolar ada senilai 30 ribu USD.” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jaksel, Selasa (19/3).

Wakil Ketua Bappilu Golkar ini meminta publik supaya tidak melebih-lebihkan soal temuan dana di ruang kerja Lukman Hakim.

“Pak Lukma belum tersangka sampai saat ini? Dengan statement penyitaan dana itu, yang terjadi sekarang ialah trial by the press and by public, seakan beliau sudah pasti bersalah.” ucap TGB.

Dana tersebut lantas akan dipelajari penyidik KPK dan menjadi unsur dari pokok perkara permasalahan tersebut. Termasuk pun menyelidiki sebanyak dokumen yang diperoleh dari tempat penggeledahan lain, yaitu Kantor DPP PPP dan lokasi tinggal Romahurmuziy di Condet.

“Akan kami kerjakan analisis lebih lanjut sebab kami pun ada pasti bukti-bukti berhubungan terkait barang-barang yang disita.” jelas Febri.

(set/itc)

Tinggalkan Balasan