Mahalnya Tiket Pesawat Berdampak Pada Sektor Pariwisata

Mahalnya Tiket Pesawat Berdampak Pada Sektor Pariwisata

Indonesian Today’s, Jakarta – Mahalnya tiket pesawat yang diberlakukan dari awal tahun ini, menyebabkan anjloknya jumlah penumpang. Pemerintah telah berulangkali meminta maskapai agar segera menurunkan tarif tiket.

Judi Rifajantoro, Staf Khusus Bidang Infrastruktur Kementerian Pariwisata, penurunan jumlah penumpang yang lumayan tajam dan berpengaruh dominan terhadap sektor pariwisata, hotel, UMKM, dan restoran. Dia menyatakan sudah sering kali mengeluh ke Kementrian Perhubungan.

“Kami hanya dapat mengeluh dan sampaikan pendapat ke Kementrian Perhubungan. Saya sendiri yang datang ke dirjen bahwa terjadi kericuhan ekonomi. Udah. Tapi melulu sampai disitu saja,” kata Judi saat acara Federasi Pilot Indonesia di Perpusnas, Jakarta.

Baca Juga: Kaltim Menolak Pembatasan Produksi Batubara

Kunjungan ke wilayah pariwisata memang sangat menurun semenjak maskapai penerbangan mendongkrak harga tiket pesawat. Sepinya penumpang dialami di tidak sedikit bandara di Indonesia.

Berdasarkan keterangan dari Judi, menurut informasi yang dia peroleh, jumlah penumpang di bandara menurun sampai 20 persen karna dampak mahalnya harga tiket pesawat. Kondisi tersebut, kata dia, bakal sangat banyak berdampak terhadap berbagai sektor lain.

“Data ini tidak sah ya. Selentingan saja, nyaris semua bandara penerbangan dalam negeri turun 20-25 persen sebab tarif tinggi. Januari-Februari yang turun penumpangnya 20%, enggak kecil lho itu,” sambung Judi.

Mahalnya tiket pesawat juga berpengaruh pada turunnya penjualan di biro perjalanan. Widjaya Hadinukerto, Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) mengatakan, sejak di awal tahun 2019 terjadi penurunan penjualan sampai 5 persen.

“Saya belum bisa ungkapkan angka pastinya. Tapi ini perkiraan hingga 5 persen. Kalau enggak terus diperbaiki, bisa jadi akan meningkat,” terang dia.

(dwi/itc)

Tinggalkan Balasan