Surat Suara Habis, Warga Mamuju Tak Dapat Memilih

Surat Suara Habis, Warga Mamuju Tak Dapat Memilih

Indonesian Today’s, Mamuju – Surat suara habis, sebanyak 52 pemilih Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang memakai e-KTP protes terhadap Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 16 Jalan Andi Dai, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Protes tersebut disebabkan mereka tak dapat memilih karena kehabisan surat suara di TPS tersebut.

“Kami datang dari jam 9 untuk registrasi dengan memakai e-KTP. Namun ketika tiba pukul 12.00 WITA, warga ditolak memilih sebab TPS 16 telah kehabisan surat suara,” jelas Syamsidar, warga Jalan Andi Dai, Rabu (17/4).

Menurutnya, ia ditunjukkan ke TPS lain tetapi masalahnya sejumlah TPS yang didatanginya pun menghadapi persoalan yang sama. Syamsidar bahkan sempat ditolak oleh TPS lain mengingat alamat KTP-nya yang jaraknya jauh dari tempat TPS.

“Saya telah datangi 5 TPS, tetapi masalahnya sama. Pilgub Sulbar 2017 yang lalu tidak terdapat masalah, baru kali ini terdapat masalah seperti ini,” sambungnya.

Warga Jalan Andi Dai lainnya, Tiar, menyatakan dirinya sudah mendatangi TPS semenjak pukul 08.00 WITA tetapi tak kebagian surat suara untuk memilih.

“Saya telah 5 jam menunggu, namun tidak dapat memilih dengan alasan surat suara habis,” ungkap Tiar.

Baca Juga: Ketua KPU Riau Menyatakan Tidak Ada Kekurangan Surat Suara

Ketua KPPS TPS 16 Binanga, Dahsyad, mengakui adanya sejumlah warga yang tidak dapat memilih sebab surat suara habis. Dari 68 penduduk Binanga yang mendaftar melewati e-KTP mulai pukul 07.00 Wita sampai 12.00 WITA, hanya 16 orang yang dapat mencoblos.

“Saya sudah ucapkan ke KPU Mamuju, tetapi pemilih diminta mencari TPS lain di Kelurahan Binanga yang mempunyai surat suara lebih,” ucapnya.

Dahsyad menyebut, adanya perbedaan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilgub Sulbar 2017 yang lalu dengan Pemilihan Umum (Pemilu) ini. Pada Pilgub Sulbar lalu, DPT di TPS 16 tersebut sejumlah 289 DPT dan turun pada Pemilu 2019 tahun ini yang menjadi 122 DPT.

“Saya pun kurang tahu kenapa dapat berubah. Yang jelasnya, surat suara cadangan di luar DPT yang kami terima hanya tiga lembar untuk seluruh jenis surat suara,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun Indonesian Today’s kini, kekurangan surat suara ini tak hanya terjadi di TPS 16 Binanga ini.

Sejumlah TPS di kabupaten Kelurahan Binanga pun mengalami permasalahan kekurangan surat suara untuk Daftar Pemilih Khusus (DPK), yaitu TPS 17 Jalan Andi Dai dengan 40 jumlah pemilih melalui e-KTP yang belum sempat memilih dan TPS 19 Binanga dengan jumlah sekitar 90 pemilih.

(zak/itc)

Tinggalkan Balasan