Kapolda Ngamuk Ada Anggotanya yang Intimidasi Wartawan

Kapolda Ngamuk Ada Anggotanya yang Intimidasi Wartawan

Indonesian Today’s, Jakarta – Jurnalis Tempo Imam Hamdi di intimidasi polisi yang bertugas di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Kamis malam hari, 18 April 2019. Saat berniat menulis berita di Media Center KPU, Imam diusir dan didorong seorang polisi yang mengenakan kaos Brimob.

“Anggota brimob tersebut mendorong saya dan merampas HP saya,” jelas Imam. Bahkan, ujar Imam, polisi itu sempat mengancam, “Mau gue matiin lu”.

Berdasarkan keterangan dari Imam, peristiwa itu bermula ketika dia masuk ke Media Center KPU sekitar pukul 01.30 WIB. Imam ingin membuat laporan mengenai hasil konferensi pers yang diliputnya di Hotel Ritz Carlton. Setelah liputan di Ritz Carlton, Imam mendapat penugasan guna meliput keadaan di gedung KPU.

Saat tiba di Media Center KPU, telah ada empat anggota Brimob yang hendak tidur maupun telah tertidur. Lalu seorang polisi mendekat dan menanyakan identitas Imam. Imam pun menyatakan bahwa dia ialah wartawan. Tak lama kemudian, polisi itu meminta Imam keluar sebab mereka mau istirahat di Media Center KPU. Namun, Imam mengatakan bahwa dia dapat menggunakan Media Center tersebut karena peruntukkannya sebagai rest area atau balai wartawan.

Baca Juga: Anggota TNI Dikeroyok Massa Pendukung Capres 01

Polisi itu berkeras supaya Imam keluar dari ruang Media Center. Imam kembali mengatakan bahwa dia tidak bakal mengganggu polisi yang tidur sebab dia di Media Center hanya untuk menulis. Mendengar penjelasan Imam, polisi itu tetap bersikukuh dan meminta Imam keluar.

Karena Imam tetap bertahan di Media Center, anggota Brimob itu mulai mendorong Imam dan merampas HPnya. Imam pun dimaki. “Mereka terus menakut-nakuti bahwa mereka bawa senjata. HP saya minta, dan saya terus diminta untuk keluar. Akhirnya saya keluar sebab dipaksa sama mereka,” kata Imam.

Setelah kejadian tersebut, pintu Media Center KPU diganjal dengan kursi supaya tidak terdapat orang yang masuk.

Berdasarkan keterangan dari satuan pengamanan dalam gedung KPU Adi Purnomo, sebetulnya anggota Brimob mempunyai tempat tersendiri untuk beristirahat. “Nanti saya koordinasikan dengan atasan saya supaya ke depannya tidak terjadi lagi kejadian seperti ini,” kata dia.

Pada Kamis 18 April 2019, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono bereaksi keras atas intimidasi yang telah dilakukan anggotanya tersebut. Dia berjanji menindak tegas bawahannya. “Tidak boleh terjadi main intimidasi kepada wartawan,” katanya.

Tak cuma itu, Jenderal Gatot Eddy Pramono juga langsung menanyakan nama polisi pelaku intimidasi di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI itu. Informasi mengenai identitas pelaku akan digunakan untuk mengawali penyelidikan.

(set/itc)

Tinggalkan Balasan