Korsel Ikut Memantau Pemilu 2019 Indonesia

Korsel Ikut Memantau Pemilu 2019 Indonesia

Indonesian Today’s, Jakarta – Pemilu Serentak 2019 di Indonesia pun mendapat sorotan dari rakyat internasional. Rakyat Korsel diketahui turut mengawasi perkembangan proses Pilpres dan anggota legislatif yang baru saja berlangsung di Indonesia.

“Hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan terjalin dengan sangat baik saat ini. Kami menyebutnya Special Strategic Partnership. Saya rasa itulah sebabnya mengapa penduduk di Korea Selatan ikut mengawasi pemilu di Indonesia,” ucap Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom kepada Indonesia di sela acara Quick Count Transmedia di Gedung Transmedia, Mampang, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, sistem pemilu Indonesia yang nyaris serupa dengan Korea Selatan pun menjadi pesona tersendiri. Rakyat yang langsung memilih presiden dan pemilu hanya dilangsungkan lima tahun sekali. Bedanya, di Korea Selatan calon presiden maju tanpa didampingi wakil.

“Indonesia dan Korea ialah contoh dari sejumlah negara di Asia yang mengolah dirinya dari fase awal demokrasi mengarah ke demokrasi yang dewasa sembari mengembangkan perekonomiannya. Jadi menurut pendapat dari saya, kita punya sangat banyak kesamaan,” tambah Kim.

Baca Juga: Prabowo Subianto Terima Kekalahan Asal Jujur Adil

Kim berharap, presiden terpilih hasil pemilu tahun ini bisa membawa masa mendatang yang lebih baik lagi untuk Indonesia sekaligus mempererat relasi bilateral antara Korea Selatan dan Indonesia.

Diungkapkan Kim, Korsel akan tetap berkomitmen menjalin berbagai format kolaborasi dengan pemerintah Indonesia. Salah satunya dalam rangka mewujudkan industri 4.0 sebagaimana yang sudah disampaikan pemerintahan Jokowi.

Harapan Kim setelah diumumkan secara resmi presiden terpilih, kerja sama ekonomi Indonesia-Korea Selatan meningkat. Dia berharap volume perniagaan Indonesia-Korea Selatan bertambah 11 persen dari tahun sebelumnya, menjadi USD 30 miliar atau sekitar Rp 420 triliun.

“Ini pertanda yang bagus. Semoga kami dapat mencapai target US$ 30 miliar sebelum 2022,” pungkasnya.

(set/itc)

Tinggalkan Balasan