Kejanggalan Pembakaran Surat Suara di Papua

Kejanggalan Pembakaran Surat Suara di Papua

Indonesian Today’s, Jakarta – Theodorus Kossay, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Papua, membenarkan peristiwa pembakaran surat suara dan kotak suara di Puncak Jaya, Papua, yang menjadi viral di media sosial. Theodorus mengucapkan aksi pembakaran tersebut terjadi pada Selasa (23/4). Kata dia, logistik pemilu yang dihanguskan itu, bukan surat suara berlebih dari pemilu yang sudah dilangsungkan 17 April. Melainkan surat suara sah yang telah terpakai dan tercoblos.

“Hal tersebut melanggar hukum. Karena saat ini kan kita masih melakukan proses rekapitulasi,” ujar Theodorus ketika dihubungi dari Jakarta. Ia berjanji bakal mengusut aksi pembakaran tersebut. Karena menurut keterangan dari dia, aksi pembakaran surat suara tersebut melanggar hukum. “Karena itu masih menjadi dokumen milik negara,” lanjutnya.

Dihubungi terpisah, Mabes Polri membenarkan secara otentik keaslian video mengenai peristiwa pembakaran kotak dan surat suara Pemilu 2019 yang terjadi di Puncak Jaya, Papua. Polri akan menginvestigasi akun penyebar video mengenai peristiwa pembakaran kotak dan surat suara.

Juru Bicara Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, penyebar video itu berpotensi melanggar UU ITE yang diaggap berkonten bohong dan provokasi. “Itu (penyebar video) dapat dijerat UU ITE untuk pemilik akun yang menyebarkan berita hoaks dan yang tidak sesuai fakta,” kata Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta.

Halaman Selanjutnya…

Tinggalkan Balasan