Begini Kronologi Kebakaran di Rutan Kelas II B Siak

Begini Kronologi Kebakaran di Rutan Kelas II B Siak

Kronologi kerusuhan sampai terjadinya kebakaran di Rutan Kelas II B Siak

Sebelum terjadi kerusuhan, menurut keterangan dari penuturan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, petugas lapas berkoordinasi dengan Satgas Narkoba Polres Siak atas temuan cairan yang diperkirakan narkoba jenis sabu di blok lembaga pemasyarakatan wanita.

Pada Sabtu (11/5) dini hari, Kasat Narkoba Polres Siak beserta timnya memeriksa ke rutan dan mengejar narkoba yang dimaksud. Petugas lapas kemudian membawa tiga napi yang diperkirakan terlibat.

“Kemudian pada saat mereka ini diangkut dalam lorong (rutan), lantas sempat dilakukan penganiayaan oleh petugas lapas sampai-sampai menyulut emosi mereka yang lain-lain,” ungkap Sunarto.

Menurut pernyataan seorang napi yang bernama Sudanto, seperti dilaporkan Kantor Berita Indonesia Today, dengan cepat dan spontan banyak warga binaan marah dan pintu sel masing-masing didobrak. Bahkan ada yang jebol dan hancur oleh para tahanan sampai semuanya dapat keluar dari sel.

“Pintu-pintu dihancurkan, petugas keluar semua,” kata Sudanto.

Menurutnya, sejak itu rutan mulai dikuasai para napi dan mereka melemparkan sejumlah benda ke arah luar. Ia menyatakan sempat mendengar suara tembakan dari dalam.

“Mulai pukul 01.00 WIB, Sabtu dini hari, mereka lempar batu agar polisi tidak masuk. Ada pun api ketika sudah besar, kami lari keluar, ke belakang,” ujar lelaki yang keseharian bertugas di bagian dapur rutan itu.

Berdasarkan keterangan dari Kombes Pol Sunarto, api melalap bagian depan hingga tengah rutan, sampai baru berhasil dipadamkan pada pukul 05.00 WIB. Penyebab kebakaran masih didalami polisi.

“Kira-kira lima puluh persen (bangunan rutan hangus terbakar), sebab* bagian belakang masih ada,” tutur Sunarto.

Dari 153 penghuni rutan yang kabur, sampai Sabtu siang, 122 di antaranya telah berhasil ditangkap, sedangkan 31 lainnya masih diburu polisi.

Tidak terdapat korban tewas dalam kerusuhan dan kebakaran tersebut. Meski demikian, dua narapidana dilaporkan mengalami patah kaki, dan Kasat Narkoba Polres Riau pun dirawat di RSUD Siak sebab terluka di bagian lengan.

“Belum jelas (karena tembakan atau bukan), yang jelas memang terdapat luka di lengannya,” jelas Sunarto.

Rutan hangus, semua napi dan tahanan dipindahkan

Akibat kebakaran di Rutan Kelas II B Siak yang membakar sebagian bangunan lokasi rumah tahanan. Semua narapidana dan tahanan Rutan Kelas II B Siak Sri Indrapura akan dialihkan ke sejumlah lapas lain di sekitar Riau, termasuk Pekanbaru, Sabtu siang ini.

“Ada sejumlah lapas di sini, misal ke Pekanbaru, nanti bakal ada di Sialang Bungkuk, di Bangkinang, gitu-gitu, terdapat sekitaran yang memungkinakan untuk nampung,” terang Direktur Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami, pada Indonesia Today.

Baca Juga: Pasca Kebakaran Rutan Siak, 31 Napi Masih Dalam Pengejaran

Di samping lapas-lapas tersebut, Sri mengungkapkan, ada satu bangunan lembaga pemasyarakatan yang baru selesai dibangun di wilayah Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, yang siap dipakai untuk menampung tahanan dan napi yang dievakuasi.

“Sudah siap dibangun, akan segera difungsikan. Ini dapat segera kami fungsikan guna menampung yang di Siak,” lanjutnya.

Hingga Sabtu siang, Sri, yang sudah tiba di Provinsi Riau guna meninjau langsung situasi rutan pasca kerusuhan dan kebakaran, masih berkoordinasi untuk mendata narapidana yang masih dalam pengejaran.

Rutan Kelas II B Siak Sri Indrapura di Riau adalah rutan dengan kapasitas 128 orang. Saat ini, penghuni yang tercatat menduduki rutan tersebut menjangkau 648 orang.

(atp/itc)

Tinggalkan Balasan