Dikritik Soal UU Anti LGBT, Sultan Brunei Kembalikan Gelar dari Oxford

Dikritik Soal UU Anti LGBT, Sultan Brunei Kembalikan Gelar dari Oxford

Indonesian Today’s, Bandar Seri BegawanHassanal Bolkiah (Sultan Brunei), membalikkan gelar kebesaran yang diserahkan kepadanya oleh Universitas Oxford sesudah perguruan tinggi terkemuka tersebut menyampaikan keprihatinannya atas UU anti LGBT Brunei yang keras.

Undang-undang yang diberitahukan pada April tersebut mulanya membuat para pelaku hubungan seks sesama jenis dan perzinahan bisa dijatuhi hukuman rajam hingga mati. Namun, Brunei menarik kembali penerapan hukuman mati setelah timbulnya suara-suara protes, kecaman dan ancaman boikot dari dunia internasional.

Universitas Oxford mengungkapkan telah membuka kajian “bersangkutan keprihatinan mengenai hukum pidana baru”.

Dalam suatu pernyataan, seorang juru bicara mengungkapkan universitas diberitahu bahwa Sultan Hassanal Bolkiah akan mengembalikan gelarnya sesudah surat itu diantarkan kepadanya bulan lalu.

Lebih dari 118.500 orang sudah menandatangani petisi yang menyerukan universitas untuk menarik gelar hukum kehormatan, yang diserahkan pada Sang Sultan di 1993 lalu.

Anggota parlemen Oxford, Layla Moran, pun mendorong untuk universitas guna mendesak lembaga tersebut mencabut gelar itu dari Sultan Brunei Hassanal Bolkiah. Moran mengatakan bahwa pengembalian gelar tersebut “jelas tidak cukup”.

Dia berkata: “Universitas Oxford kini memiliki peluang untuk menebus dirinya sendiri dan bergerak melalui terkait dengan pelanggaran HAM berat.

Baca Juga: Israel Diguncang Gempa, Benarkah?

“Saya pikir yang terbaik ialah universitas mesti melakukan tinjauan lengkap terhadap sistem gelar kebesaran mereka guna meyakinkan kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” ucap Moran sebagaimana dikutip BBC, Jumat (24/5/2019).

Sebelumnya universitas mengatakan: “Sama seperti tidak terdapat yang mempunyai hak untuk menyerahkan gelar kehormatan, tidak terdapat yang punya hak guna membatalkannya secara tiba-tiba.”

Sultan sudah membela keputusan guna mengadopsi undang-undang baru itu dengan mengatakan meskipun bakal ada moratorium hukuman mati, “manfaat dari undang-undang baru pada akhirnya bakal menjadi jelas.

Baca Juga: Bocorkan Informasi Pertahanan ke China, Mantan Agen CIA Divonis 20thn Penjara

Homoseksualitas telah ditetapkan ilegal di Brunei dan bisa diganjar dengan hukuman sampai 10 tahun penjara.

(haz/itc)

Tinggalkan Balasan