VIDEO Betrand Peto Pegang Bagian Dada Sarwendah

Betrand Peto Pegang Dada Sarwendah

Indonesian Today, Jakarta – Keakraban Betrand Peto dengan ibu angkat Sarwendah tampak layaknya pasangan ibu dan anak kandung.

Namun, kedekatan Betrand Peto dan Sarwendah beberapa kali malah mendapat nyinyiran dari netizen.

Gerah putranya dapat tanggapan negatif, Ruben Onsu juga akhirnya angkat suara menanggapi nyinyiran netizen.

Seperti yang banyak beredar, Betrand Peto memang tampak menyanyangi Sarwendah.

Betrand terlihat sering mendekap dan mencium ibu angkatnya itu.

Berdasarkan keterangan dari Ruben, Betrand memang kerap menunjukkan kasih sayangnya kepada orangtua angkatnya tersebut dengan berpelukan.

“Itu yang saya bilang, pelukan-pelukan yang dilakukan oleh anak itu, jika kita melihat dari segi positifnya itu pasti kalian bakal tahu seperti apa anak ini,” kata Ruben.

Baca Juga: Selain Puteri Novita Ramli, Suami Iis Dahlia Terseret Kasus Dirut Garuda [VIDEO]

Ruben pun memberikan tanggapan berhubungan video dan potret tak layak tentang putra angkatnya itu, yang tersebar di media sosial.

“Saya pun lihat kok gambar-gambar yang tidak pantas sebenernya, namun ya it’s oke,” ucap Ruben.

“Saya hanya punya mulut satu, Sarwendah satu. Tangan kami hanya dua. Jadi, kami tidak dapat menutup (mulut) mereka semua dengan tangan kami,” kata Ruben menegaskan.

Dilansir dari Kompas.com, Astrid (psikolog anak) mengatakan ada sejumlah kemungkinan sikap Betrand Peto tersebut timbul karena ketidaksengajaan.

Ia pun tak dapat serta merta mengatakan bahwa sikap Betrand Peto tersebut adalah sebuah kesalahan.

Pasalnya, bila mengingat dari latar belakang masa lalu yang dirasakan Betrand Peto, ada kemungkinan anak Ruben Onsu ini tidak pernah mendapatkan pendidikan 5ek5 sejak dini.

Bukan sedukasi mengenai hubungan 5ek5 secara harfiah tetapi perbedaan gender secara fundamental yang mestinya diajarkan semenjak usia 1,5 tahun mengarah ke 2 tahun.

“Tidak dapat ditentukan apakah intensional (disengaja) atau tidak, tidak bisa di-judge.

Tapi kalau dari ceritanya, dia (Betrand) yang tidak pernah dapat ASI sebelumnya dan lain-lain mengingatkan kita akan pentingnya pendidikan 5ek5 sejak dini,” tutur Astrid, Rabu (11/12/2019).

Berdasarkan keterangan dari Astrid, pendidikan tersebut harusnya dimulai sejak anak-anak masih berusia golden age dan bukan dimulai saat remaja.

“Edukasi tersebut harus diajarkan mulai umur 1,5 menuju ke 2 tahun. Bukan diajarkan tentang baerkaitan 5ek5 ya, namun hal fundamental yaitu gender,” lanjutnya.

Baca Juga: VIDEO Perlakuan Kejam Terhadap Muslim Uighur di China

Namun dalam permasalahan seperti Betrand Peto seperti ini, Astrid mengatakan perlu adanya peran kedua orang tua angkat untuk menilai batasan fisik dan mengajarkan cara pemberian kasih sayang yang benar.

“Jika kasusnya anak asuh apalagi yang telah remaja, perlu dibantu dengan pendidikan atau pengajaran.

Supaya tidak terjadi miskomunikasi. Ibu berhak menilai batasan fisik, dan mengajarkan bahwa ‘cara pemberian kasih sayang di keluarga ini bertolak belakang dengan keluargamu sebelumnya’,” papar Astrid.

Tonton VIDEO Halaman Berikutnya…

Tinggalkan Balasan