E-Warung Penyalur BPNT Kelurahan Perawang, Layak Menjadi Percontohan

Indonesian Today, Riau – Pemerintah melalui Kemensos memberikan bantuan kepada keluarga tidak mampu dan masyarakat yang terdampak Covid-19 melalui program bantuan pangan non tunai (BPNT) berupa sembako yang disalurkan melalui Agen (e-warung) yang tersebar di setiap Desa.

Dalam praktek Bantuan sembako senilai 200 ribu setiap KPM Keluarga Penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Tualang warga sangat merasakan dampak dari bantuan tersebut.

Disamping itu, Asisten Direktur KPW Bank Indonesia, Decymus, mengatakan BI berperan sebagai mediator dalam peralihan program Rastra ke BPNT yang dijalankan oleh Dinas Sosial Kabupaten Siak dan Kabupaten/Kota lainnya.

“Kita Bank Indonesia ini posisinya berada di tengah, kita memfasilitasi mulai dari persiapan sampai ke realisasi, kalau dari persiapan tidak cocok maka akan kita identifikasi, apa masalahnya, jika ada di perbankkan, akan kita panggil bank bersangkutan untuk mencari solusinya,” tuturnya.

Kemudian, terkait keuntungan yang didapat oleh E-Warung, dia mengatakan itu sudah dibahas dan merupakan sesuatu yang wajar. Dalam sosialisasi itu mereka juga membahas terkait ketetapan harga agar tidak ada kerugian yang dialami oleh E-Warung.

bpnt siak
E-Warung Kelurahan Perawang

Setelah kita hitung-hitungan bersama pemilik E-Warung kata dia, setiap KPM yang mendapat bansos dengan nilai Rp. 200 ribu bisa mendapatkan 10 kilogram beras, 30 butir telur, 1/2 kg kacang tanah dan 1 kg buah jeruk.

Adapun kalkulasi keuntungan dari e-warung (UKM) sebagai penyalur bantuan, Decymus, Asisten Direktur KPW Bank Indonesia telah memperhitungkan sebagai berikut:

  • 10kg beras = Rp.115.000
  • Telur 30 butir = Rp.45.000
  • Kacang tanah 1/2 kg = Rp.13.000
  • Jeruk 1kg = Rp.15.000
  • Operasional, dll = Rp.10.000

*Total belanja yang disalurkan kepada KPM berkisar Rp.198.000

“Maka jika kita hitung keuntungan warung penyalur bantuan pangan non tunai, berkisar Rp.2.000 /KPM. Di setiap desa/kelurahan kami perkirakan ada sekitar 200-350 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), nilai keuntungan itu cukup membantu untuk mendorong bergeraknya sentra UKM ditengah pandemi corona saat ini”, jelas Decymus, Asisten Direktur KPW Bank Indonesia (22/09/2020).

Baca Juga: Ini Cara Daftar Prakerja, Dijamin Dapat Insentif

Terkait kesamaan harga di setiap Kecamatan di Kabupaten Siak khususnya yang diberikan oleh E-Warung, Decymus mengatakan akan ada penyesuaian tergantung pada biaya pengiriman barang.

“Tidak mungkin juga jika ingin kita samakan di seluruh Kabupaten Siak, karena barang yang diambil di Kabupaten Siak disuplai dengan jarak jauh dan dekat pasti berbeda biayanya,” tuturnya.

Afriza, selaku pemilik e-warung menyatakan sangat terbantu atas adanya program BPNT tersebut, sebab warung miliknya yang sebelumnya sepi karena dampak ekonomi dari Covid-19, kita perlahan mulai kembali normal.

“Di kelurahan Perawang tempat e-warung saya saat ini, kami melayani 350 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), memang sih untungnya tidak banyak, ditambah lagi saya juga mempekerjakan warga sekitar untuk membantu penyaluran bantuan. Tapi menurut saya program ini sangat membantu masyarakat dan kami selaku UKM”, ujar Afriza.

Syarat Mendapatkan Bansos:

LIHAT HALAMAN BERIKUTNYA…

Tinggalkan Balasan