Bansos Non Tunai 2021 di Kecamatan Tualang Mulai Disalurkan 10 Januari

bansos tualang
Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di E-Warung Km 5, Kelurahan Perawang

Indonesian Today Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah mulai penyaluran bantuan sosial (bansos) di awal 2021, hal ini dilakukan sesuai jadwal sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Sesuai arahan Presiden, Menteri Sosial telah menginstruksikan kami untuk segera menyalurkan bantuan sosial di awal 2021,” kata Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras saat dihubungi melalui sambungan telepon di Jakarta.

Bantuan sosial yang akan disalurkan tersebut meliputi bantuan sosial tunai (BST) untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan besaran bantuan Rp 200 ribu per bulan.

Baca Juga: Bansos Tunai 2021, Berikut Persayaratan dan Pembagiannya

Kemudian Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan program keluarga harapan bagi 10 juta KPM juga menjadi sektor yang akan dipercepat realisasinya di awal 2021.

“Alokasi BPNT atau program kartu sembako ini alokasinya untuk 18,8 juta KPM yang setiap bulannya mendapat Rp200 ribu,” ujar Hartono.

Menurut dia, bantuan-bantuan sosial tersebutlah yang segera disalurkan oleh Kemensos di awal 2021 sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Tujuannya, agar belanja APBN bisa mendorong pertumbuhan ekonomi seawal mungkin.

Presiden juga memberi arahan kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini agar bansos segera disalurkan kepada penerima manfaat di awal Januari 2021.

Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kecamatan Tualang (Siak) Telah Dimulai Hari Ini Tanggal (10 Januari Hingga 21 Januari 2021)

bansos tualang
Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

Dalam praktek Bantuan sembako senilai 200 ribu setiap KPM Keluarga Penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Tualang warga sangat merasakan dampak dari bantuan tersebut.

Disamping itu, Asisten Direktur KPW Bank Indonesia, Decymus, mengatakan BI berperan sebagai mediator dalam peralihan program Rastra ke BPNT yang dijalankan oleh Dinas Sosial Kabupaten Siak dan Kabupaten/Kota lainnya.

“Kita Bank Indonesia ini posisinya berada di tengah, kita memfasilitasi mulai dari persiapan sampai ke realisasi, kalau dari persiapan tidak cocok maka akan kita identifikasi, apa masalahnya, jika ada di perbankkan, akan kita panggil bank bersangkutan untuk mencari solusinya,” tuturnya.

Baca Juga: Tertangkap! Mata-mata Jerman Masuk ke Markas FPI

Kemudian, terkait keuntungan yang didapat oleh E-Warung, dia mengatakan itu sudah dibahas dan merupakan sesuatu yang wajar.

Dalam sosialisasi itu mereka juga membahas terkait ketetapan harga agar tidak ada kerugian yang dialami oleh E-Warung.

Setelah kita hitung-hitungan bersama pemilik E-Warung kata dia, setiap KPM yang mendapat bansos dengan nilai Rp. 200 ribu bisa mendapatkan 10 kilogram beras, 30 butir telur, 1/2 kg kacang-kacangan dan 1 kg buah.

(atp/itc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *