Larangan Mudik, Pemerintah Ancam Penjarakan dan Denda Bagi Pemudik Nekad

Indonesian Today, Jakarta – Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, pada 26 Maret 2021 lalu mengumumkan soal larangan mudik lebaran. Larangan mudik tersebut diperkuat oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Hal ini menjadi perhatian penuh di kalangan masyarakat, larangan mudik lebaran 2021 menuai pro dan kontra. Hal ini juga sehubungan dengan dibukanya pariwisata di seluruh nusantara, tetapi pemerintah justru mengeluarkan larangan mudik dengan alasan menekan mobilitas masyarakat di situasi pandemi corona.

BACA JUGA: Cara Daftar Bantuan UMKM 2,4 Juta, Langsung Ditransfer!

Namun masih banyak masyarakat yang tetap nekat untuk mudik hingga menyerukan “kami nggak akan mudik, namun berwisata ke kampung halaman”. Mengacu aturan tahun lalu, sanksi bagi mereka yang nekat mudik akan mengacu pada UU No 6 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan.

LARANGAN MUDIK 2021
Larangan Mudik 2021

Jadwal Larangan Mudik

Berlaku seminggu sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri yakni 6-19 Mei 2021. Pemerintah mengeluarkan himbauan untuk tidak melakukan perjalanan keluar kota atau daerah kecuali adanya situasi yang mendesak.

Sanksi Yang Dikenakan

Bagi pemudik yang tetap nekat untuk melakukan perjalanan mudik lebaran, siap siap menerima sanksi berupa:

  1. Masyarakat yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan kesehatan atau menghalang-halangi penyelenggaraannya dapat dipidana paling lama 1 tahun penjara.
  2. Masyarakat yang disebutkan dalam poin pertama tersebut juga akan dalam dikenakan denda paling banyak Rp. 100.000.000

Dimana sanksi ini telah tercantum dalam UU No 6 Tahun 2018 pasal 93

Pengecualian Larangan Mudik

BACA DI HALAMAN BERIKUTNYA …

Tinggalkan Balasan